Tertawalah, atas sejenak keterpurukanku
Senyum-senyum yang mengelamkan langit senja
Seringai picik yang meredupkan cahaya dari sebuah lentera
Padam, habis
Hangus, gosong menjadi abu
Semakin ragaku mengejar, semakin usahaku terbilang percuma
Meluap menjadi dengusan remeh
Malas, aku sungguh malas dibuatnya
Lalu aku enggan mendekat,
Bercengkerama akan hal-hal tak pasti
Mungkin aib diri sendiri?
Atau sampah orang lain yang malah engkau kutip kembali?
Sinting, benda-benda kotor itu
Kaki-kaki yang menyeret beban tubuh
Menuju kidung rerintik air dari langit
Gerimis, yang melesat ke telapak dengan terburu
Menyenangkan, sebagai sebuah intuisi sederhana
Aku berlari, perlahan menjauh
Aku lebih senang ditelan sunyi
P.S.: Remember my very first post? I said I would be posting in both English and Indonesian. And this is the first post in Indonesian, actually XD
No comments:
Post a Comment